Aku yang sedang lapar pergi menuju warung langgananku dan langsung memesan makanan, setelah pesanan siap aku pun langsung menyantap makanan yang telah kupesan.
Saat diriku makan datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan Donat kepadaku,
“Om mau beli Donat, Om?” Dengan ramah Aku yang sedang makan menjawab
“Enggak Dek, saya sedang makan”.
Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi Donat itu setelah aku selesai makan
Aku menjawab “Enggak dek,saya sudah kenyang”.
Setelah Aku membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja Donat tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan Donat buatan bunda.
Mungkin anak kecil ini berpikir “Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada Kakak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang di rumah”.
Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini.
Saat Aku tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak kecil penjaja donat menawarkan ketiga kali kue dagangan.
“Kak mau beli Donat saya?”,
Aku yang ditawarkan jadi luluh juga untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ku keluarkan uang dari dalam dompetku Sekitar Rp. 50.000 dan aku berikan sebagai Uang jajan aja.
“Dik ini uang saya kasih, Donatnya nggak usah saya ambil, anggap saja ini dari saya buat adik buat jajan”. Lalu uang yang diberikanku itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis yang sedang meminta-minta.
Diriku langsung bingung, lho ini anak dikasih uang kok malah dikasihkan kepada orang lain.
“Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?”.
Anak kecil penjaja Donat tersenyum lugu menjawab,
“Saya sudah berjanji sama ibu di rumah, ingin menjualkan Donat buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau Donat buatan ibu terjual habis.
Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha Kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis”.
Saya jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil penjaja Donat yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak dan sudah punya etos kerja bahwa
“KERJA ITU ADALAH SEBUAH KEHORMATAN”,
kalau dia tidak sukses bekerja menjajakan Donat, ia berpikir kehormatan kerja di hadapan ibunya mempunyai nilai yang kurang. Suatu pantangan bagi ibunya, bila anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke rumah melihat ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan senyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.
Kemudian Langsung ku borong semua Donat yang dijajakan Anak kecil, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu
“KERJA ADALAH SEBUAH KEHORMATAN”.
Dari sini menyadarkan kita tentang arti pentingnya kerja. Bukan sekadar untuk uang semata, tetapi adalah KEHORMATAN. Jangan sampai mata kita menjadi “hijau” karena uang sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan Profesi dan Kehormatan yang kita miliki. Sekecil apapun profesi itu, kalau kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, pasti akan berarti besar.
Great 👌
BalasHapus